Minggu, 19 April 2015

Pembahasan Ibadah Haji Frekuensinya Paling Sedikit

Hampir setiap Muslim mengetahui rukun Islam yaitu syahadat, salat, zakat, puasa dan haji karena dari semenjak usia dini sudah diajarkan oleh para guru. Pada kenyataannya, dari kelima rukun Islam tersebut, haji merupakan rukun Islam yang frekuensinya paling sedikit dibahas dan dipahami Muslim dibandingkan empat rukun Islam lainnya.
"Fenomena tersebut wajar adanya, karena untuk pelaksanaan ibadah haji ini, tidak setiap orang bisa melakukannya. Artinya pelaksanaan haji belum familiar atau belum terbiasa dilakukan seluruh umat Islam. Hanya orang-orang yang “mampu” yakni mampu secara finansial, fisik, mental-spiritual, yang bisa melaksanakan haji," kata Direktur Biro Perjalanan Haji Plus dan Umrah Qiblat Tour, Wawan Misbach, di Jln. Taman Cibeunying Selatan 15 Bandung, Senin (20/4/2015).
Dia mengutip firman Allah SWT:“…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu melaksanakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imran: 97). "Haji menjadi rukun Islam yang karakteristiknya agak berbeda dengan keempat rukun Islam yang lainnya. Memahami secara mendalam hakikat haji jauh cukup rumit dibandingkan memahami syahadatat, salat, zakat, maupun puasa," katanya.
Syahadat merupakan kebulatan tekad untuk mengikat antara seorang hamba dengan sang Khalik. "Dengan syahadat tersebut, berarti seorang hamba berusaha untuk rela melepaskan diri dari cengkraman duniawi tatkala menghadap Allah. Akan tetapi syahadat ini baru berupa tekad, belum menyentuh tataran operasional." ucapnya.
Kemudian disusul dengan salat yang sudah mulai melepaskan diri dari cengkraman duniawi atau ikatan materi. "Dari salat itu muncullah proses tazkiyatun nafsi, yakni mampu mebakar segala bentuk penyakit hati, seperti kesombongan, keangkuhan, iri dan sebagainya,." ujarnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar